Gunung Rejo Diserbu Proyek Siluman

Gunung Rejo Diserbu Proyek Siluman
Pembangunan MCK atau Sanitasi Stunting dan Sumur Bor dipemukiman

PESAWARAN - Pembangunan MCK atau Sanitasi Stunting dan Sumur Bor dipemukiman penduduk di Desa Gunung Rejo Kecamatan Way Lima Pesawaran itu diduga siluman karena tidak jelas sumber instansi dan anggarannya, Selasa (15/06/2021).

Dari hasil cek dilapangan oleh team media, selain tidak ditemukan papan informasi disetiap lokasi pembangunan, juga pekerjaan itu terlihat seperti tergesa-gesa seolah ingin cepat selesai hingga meninggalkan hasil pekerjaan yang amburadul.

Dugaan itupun diperkuat dari keterangan dua pekerja pembangunan sanitasi soal upah pertitik sanitasi itu. Keterangan keduanya tidak singkron karena Mang ST menyebutkan upahnya Rp. 1.125.000 sementara Mang SG dia menyebutkan Rp. 1.500.000.

Belum lagi dari keluasan lebar lubang galian septictang, dari beberapa titik ukurannya berbeda. Satin, adalah salah satu anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) menyanggah, bahwa itu adalah kesalahan dari penggali yang di swadayakan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Ditambah dari keterangan yang didapat dari Roma, Humas Pemberdayaan Kementrian, dia mengatakan "Pembangunan Toilet, Saptictang dan Sumur Resapan ini langsung dari Kementrian, bukan dari Kabupaten atau kota berdasarkan dari sistem Stunting tertinggi, " ucapnya

"Dan di Lampung hanya Pesawaran dan Lampung Utara yang ada proyek ini yang disebarluaskan di 10 desa dan 50 titik/desanya. Diantaranya desa Gunung Rejo, Tanjung Agung, Pujo Rahayu, Bangun Sari, Penengahan dan Pasar Baru, "

"Mengenai dana dari WC ini sebesar Rp. 500.000.000/desa yang saya tau karena saya hanya mengawasi bentuk-bentuk bangunan dan anggaran. Dan didesa ini baru 12 titik yang dibangunkan untuk tahap pertama dengan membentuk KPM" lanjutnya.

"Adapun anggaran pertitik dari pembangunan ini, saya tidak tahu karena biasanya beda desa beda harga materialnya yang penting harus SNI, " tutupnya.

Diketahui kegiatan MCK didesa itu diketuai oleh Budi selaku Ketua Kelompok Masyarakat (KKM) dan Bendahara Ibu Rita istri dari mantan Kepala Desa Wawan yang di SK-kan sebelum Ramadhan kemarin.

Dan Sumur Bor untuk PAMSIMAS tahap dua itu bersumber dari Pemda yang diketuai oleh Wahyudi dan Satin adalah penghibah tanah dari lokasi pengeboran itu, namun belum diketahui pasti besaran anggarannya.

Informasi yang didapat dari warga sekitar, untuk penggalian Save Ticktang itu dikerjakan secara swadaya atau harus dilakukan oleh tuan rumah yang mendapat bangunan WC itu tanpa upah.

Dampaknya, hal itu dikeluhkan oleh seorang istri yang hampir menangis saat diwawancara karena mendapati suaminya sakit setelah melakukan penggalian itu tanpa ada perhatian dari pihak terkait untuk dilakukan pengobatan agar pulih kembali. (Bram/Tim)

PESAWARAN LAMPUNG
Bram Injana

Bram Injana

Previous Article

Destinasi Batu Perahu Bayas Jaya Siap Mendunia

Next Article

Dana Desa Cimanuk Tidak Jelas Penggunaannya

Related Posts

Peringkat

Profle

Subhan Riyadi

Siswandi

Siswandi

Postingan Bulan ini: 4

Postingan Tahun ini: 502

Registered: Jan 25, 2021

Bilwadi_wk

Bilwadi_wk

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 151

Registered: Feb 4, 2021

Bram Injana

Bram Injana

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 60

Registered: Feb 20, 2021

Ibnu S. Mattangaran

Ibnu S. Mattangaran

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 63

Registered: Mar 2, 2021

Profle

Bram Injana

Generasi Baru Indonesia Komisariat UIN Alauddin Makassar Gelar Aksi Peduli dan Berbagi 
Persembahkan Emas di HUT 76 Kemerdekaan Indonesia, Deretan Bonus Menanti 
Antoni Ginting Gagal ke Final Cabor Bulutangkis, Fokus Hadapi Gordon 
Perwira Polres Luwu Utara Ini Naik Pangkat AKP, Ini Harapan I Gede Soma

Follow Us

Recommended Posts

Jajaran PDAM Unit Way Khilau Siasati Aliran Air Dengan Dana Mini Hasil Optimal
1,6 Ton Beras Dari Kemensos Dibagikan Oleh Pemdes Harapan Jaya ke 162 KPM
Lampung Utara Raih Penghargaan Kabupaten Kota Layak Anak Peringkat Pratama Tahun 2021
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus kembali Raih Penghargaan Sebagai Kabupaten Ramah Anak
Hadapi PPKM Level 3, Perusahaan Di Lambar Diminta Bupati Berperan Aktif